Pemkab Tuban Anggarkan Rp81 Juta untuk Takjil Ramadan di Dua Masjid, Turun dari Tahun Lalu

kabartuban.com – Bulan Ramadan menjadi momentum beribadah dan berbagi. Menjelang waktu berbuka puasa, suasana di sejumlah masjid besar tampak lebih hidup dari biasanya khususnya di Kabupaten Tuban. Jamaah berdatangan sejak sore hari, sebagian mengaji, sebagian lagi duduk bercengkerama sembari menanti azan Magrib berkumandang. Di tengah suasana penuh kebersamaan itu, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tuban kembali menganggarkan penyediaan takjil di dua Masjid yang berada di pusat kota Tuban.

Tahun ini, pemkab mengalokasikan pagu anggaran sebesar Rp81.750.000 untuk pengadaan makanan dan minuman berbuka puasa di dua lokasi, yakni Masjid Agung Tuban dan Masjid Fathurohmat yang berada di kawasan kompleks Pendopo Krido Manunggal.

Berdasarkan data yang tercantum dalam laman resmi Sistem Informasi Rencana Umum Pengadaan (SiRUP) LKPP, paket tersebut terdaftar atas nama KLPD Kabupaten Tuban melalui Satuan Kerja Sekretariat Daerah (Setda). Paket kegiatan itu diberi nama “Pengadaan Makanan dan Minuman Aktivitas Lapangan Kegiatan Takjil Masjid Agung Tuban dan Masjid Fathurohmat” dengan sumber anggaran dari APBD Tahun Anggaran 2026.

Dalam dokumen tersebut juga disebutkan bahwa volume pekerjaan mencapai 4.500 porsi. Artinya, ribuan paket takjil akan dibagikan kepada jamaah di dua masjid besar di pusat kota selama bulan Ramadan berlangsung.

Program ini merupakan agenda rutin yang digelar setiap tahun. Kehadiran takjil dari pemerintah daerah menjadi salah satu bentuk dukungan bagi masyarakat yang menjalankan ibadah puasa, khususnya mereka yang berbuka di masjid.

Namun, jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya, alokasi anggaran kali ini mengalami penurunan cukup signifikan. Pada APBD Tahun 2025, pagu anggaran untuk paket serupa tercatat sebesar Rp204.750.000. Penurunan tersebut terjadi sebagai bagian dari kebijakan efisiensi belanja daerah.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Tuban, Arif Handoyo, membenarkan adanya pengurangan anggaran untuk kegiatan tersebut. Ia menjelaskan bahwa kebijakan efisiensi membuat beberapa pos anggaran harus disesuaikan, termasuk program takjil Ramadan.

“Anggaran untuk bagi takjil memang mengalami penurunan salah satunya disebabkan efisiensi,” ujarnya.

Dengan anggaran yang lebih terbatas, komposisi menu yang dibagikan pun menyesuaikan. Arif menyebutkan, sebagian besar paket takjil berupa makanan ringan atau snack, sementara hanya sebagian kecil yang berbentuk nasi kotak.

“Snack. Hanya sebagian kecil yang ada kotak makan,” katanya singkat.

Meski nominal anggaran berkurang, program ini tetap diharapkan mampu memberi manfaat bagi masyarakat. Bagi jamaah yang datang lebih awal ke masjid, terutama mereka yang belum sempat menyiapkan hidangan berbuka, takjil tersebut menjadi pelepas dahaga sekaligus pengganjal perut sebelum melaksanakan salat Magrib berjamaah.

Ramadan pun kembali menjadi ruang untuk mempererat silaturahmi dan menumbuhkan empati. Di tengah kebijakan efisiensi, semangat berbagi tetap dijaga karena pada akhirnya, nilai kebersamaan dan kepedulianlah yang menjadi esensi utama dari bulan suci ini. (fah)

Populer Minggu Ini

Petani di Merakurak Keluhkan Jatah Pupuk Menyusut dan Proses Pengambilan Rumit

kabartuban.com - pupuk bersubsidi kembali dikeluhkan sejumlah petani di...

Ramadan Berkah, Takjil Tuban Ramai Diserbu Pembeli

kabartuban.com - Menjelang azan magrib, denyut sore di Tuban...

Berkedok Ahli Spiritual, Warga Plumpang Diduga Lakukan Tindakan Asusila

kabartuban.com - Niat memperbaiki “aura” justru berubah menjadi trauma...

Komplotan Begal Motor di Tuban Dibekuk, Satu Pelaku Tewas Akibat Kecelakaan

kabartuban.com - Aksi komplotan begal yang merampas motor yang...

Tuban Vaksinasi Massal 15.000 Hewan Ternak untuk Cegah Penyebaran PMK

kabartuban.com - Pemerintah Kabupaten Tuban mulai menyuntikkan 15.000 dosis...

Artikel Terkait