kabartuban.com – Proyek pengembangan fasilitas dermaga dan produksi di pabrik milik PT Solusi Bangun Indonesia Tbk di Kabupaten Tuban, Jawa Timur, hampir rampung. Dengan nilai investasi mencapai Rp1,4 triliun, fasilitas tersebut diproyeksikan memperkuat kapasitas ekspor industri semen nasional hingga 1 juta ton per tahun.
Direktur Utama PT Solusi Bangun Indonesia Tbk, Rizki Kresno Edhie Hambali mengatakan, pembangunan fasilitas tersebut saat ini telah mencapai progres sekitar 99 persen dan ditargetkan mulai beroperasi pada pertengahan 2026.
“Tahun ini kami memperkirakan volume ekspor dapat mencapai sekitar 450 ribu ton, dengan potensi kapasitas hingga 1 juta ton per tahun untuk memenuhi permintaan pasar global,” ujar Rizki.
Proyek ini merupakan bagian dari kerja sama strategis antara PT Solusi Bangun Indonesia Tbk dan perusahaan asal Jepang, Taiheiyo Cement Corporation, yang telah terjalin sejak 2021. Kolaborasi tersebut mencakup peningkatan ekspor, penelitian dan pengembangan produk berkelanjutan, serta pertukaran teknologi di sektor industri semen dan konstruksi.
Pengembangan fasilitas meliputi peningkatan kapasitas Terminal Khusus dari 15.000 Deadweight Ton (DWT) menjadi 50.000 DWT melalui pembangunan jetty trestle dan jetty platform baru yang terhubung dengan dermaga yang sudah ada.
Selain itu, proyek ini juga dilengkapi sejumlah fasilitas produksi baru seperti blending silo berkapasitas 8.000 ton, clinker silo berkapasitas 15.000 ton, serta dua cement silo yang masing-masing memiliki kapasitas 18.000 ton.
Untuk mendukung distribusi, perusahaan juga memasang sistem transportasi material berupa tube conveyor sepanjang 4,1 kilometer, tripper conveyor, serta ship loader dengan kapasitas 1.000 ton per jam yang berfungsi mengirim semen curah dari pabrik ke kapal yang bersandar di dermaga.
Menurut Rizki, pengembangan fasilitas ini menjadi strategi perusahaan untuk meningkatkan utilisasi produksi di tengah perlambatan pasar domestik sekaligus memperluas penetrasi ke pasar ekspor.
“Melalui sinergi dengan PT Semen Indonesia (Persero) Tbk sebagai induk usaha dan kerja sama dengan Taiheiyo, fasilitas ini diharapkan dapat memperkuat daya saing industri nasional di pasar global,” ujarnya.
Di sisi lain, perusahaan juga menekankan komitmen terhadap industri rendah emisi melalui pemanfaatan bahan bakar alternatif yang dikelola oleh divisi pengelolaan limbah ramah lingkungan Nathabumi.
Langkah tersebut turut mendapat apresiasi dari Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, yang menilai inisiatif tersebut sejalan dengan upaya transisi menuju industri hijau dan target Net Zero Emission 2050.
Sementara itu, Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka yang sempat meninjau proyek tersebut berharap fasilitas baru ini dapat segera beroperasi dan mendukung peningkatan daya saing industri nasional di pasar internasional.
“Semoga segera operasional dan mendukung peningkatan kapabilitas bangsa di kancah global serta agenda pembangunan yang berkelanjutan dan rendah emisi, tidak hanya di Indonesia, tapi juga di mancanegara,” Ucap Gibran Rakabuming Raka saat melakukan kunjungan kerja di kabupaten Tuban pada, Jumat (6/3/2026). (fah)
