Kabartuban.com- Pemerintah Kabupaten Tuban, menerima tambahan alokasi pupuk sebesar 2.000 ton untuk memenuhi kebutuhan pupuk petani pada musim tanam tahun ini. Alokasi itu akan segera di distribusikakan untuk menyelesaikan persoalan kelangkaan pupuk yang dialami petani selama dua pekan terakhir.
Wakil Bupati Tuban, Ir.H.Noor Nahar Hussein, M.Si saat dikonfirmasi mengatakan, kelangkaan pupuk yang terjadi di Kabupaten Tuban disebabkan kuota yang didapat kabupaten ini kurang lebih hanya setengah dari kebutuhan yang ada. Hal itu yang menyebabkan saat musim tanam bersamaan seperti sekarang ini, kelangkaan tidak dapat dihindarkan.
“Kuota yang didapat Kabupaten Tuban memang tidak sesuai kebutuhan, atau hanya separohnya, akan tapi kita sudah mendapatkan tambahan sebesar 2.000 ton,” kata Wakil Bupati Tuban (16/12).
Wakil Bupati Juga mengakui, meski ada tambahan kuota sebesar 2.000 ton, jumlah tersebut tidak mencakup semua jenis pupuk, namun tambahan itu akan mengurangi kelangkaan yang terjadi belakangan ini.
“Memang tidak semua jenis, tapi Alhamdulillah sudah ada tambahan kuota,” katanya.
Sementara itu, terkait lemahnya pengawasan, Wakil Bupati mengaku sudah melakukan pengawasan secara maksimal. Akan tetapi masih ada saja indikasi penyelewengan yang dilakukan oknum tertentu, salah satunya adalah masih ditemukanya pupuk yang dijual diluar kios resmi dengan harga yang cukup tinggi.
“Jika pupuk ini masih dibutuhkan petani, potensi pasar gelap ini akan selalu ada,” katanya.
Lebi lanjut menurut Wakil Bupati ini, persoalan pengawasan pupuk sebenarnya adalah tanggung jawab bersama, selain petugas pengawas yang memang sudah ditujuk pemerintah untuk melakukan pengawasan, distribusi hingga harga agar tidak melonjak dari Harga Eceran Tertingga (HET) yang dtetapkan pemerintah.
“Ini menjadi tanggung jawab bersama, jika ada atau melihat penyelewengan laporkan saja jangan diam, maka aparat Kepolisian yang akan bertindak sesuai aturan,” tegas Wabup. (Lk)
