kabartuban.com- Kasus Tuberkulosis (TBC) dikabupaten Tuban, masih tergolong tinggi. Berdasarkan catatan Dinas Kesehatan setampat, jumah kasus juga mengalami peningkatan dibanding tahun sebelumnya.
Pada tahun 2016 jumlah TBC mencapai 948 pederita, sedangkan ditahun sebelumnya 2015 hanya 620 orang penderita saja. Kenaikan jumlah kasus ini patut diwaspadai mengingat TB adalah penyakit menular.
“Ada 948 orang dinyatakan positif. Saat ini mereka sudah menjalani pengobatan secara gratis di sejumlah rumah sakit dan Puskesmas di Tuban,” ujar Agus Waskito, Kepala Seksi TB, Dinas Kesehatan, Tuban (23/03/3017)
Dijelaskan, TB atau TBC umumnya diderita seorang pada usia produktif, yakni antara 15 tahun sampai 55 tahun. Di Kabupaten Tuban sendiri, kasus TB menyebar dihampir seluruh wilayah Kecamatan yang ada di kabupaten berjuluk Bumi Wali ini.
“Untuk Kabupaten Tuban, tahun ini ditarget mampu menemukan sebanyak 1.116 kasus TB, jumlah ini meningkat dari tahun sebelumya 1.000 kasus temuan,” jelas Agus.
Adapun, TB atau penyakit para-paru yang disebabkan oleh Mycobacterium Tubercolosis, dapat menular dari penderita TB aktif yang sedang batuk dan mengeluarkan titik air liur. Apabila terhirup oleh orang sehat yang tidak memiliki kekebalan terhadap penyakit ini (TB) seseorang dapat terinfeksi (tertular).
TB paling sering menyerang paru-paru dengan gejala batuk-batuk, tidak nafsu makan, berat badan menurun, demam, dan nyeri dada dan lemah.
“Saat kita sehat, system imun atau kekebalan akan menahan TB, namun system kekebalan tubuh terkadang juga gagal melindungi, “ Imbuh Agus.
TB termasuk dalam 10 penyakit yang dapat menyebabkan kematian. Data World Health Organization (WHO) menunjukan, tahun 2015, Indonesia termasuk dalam 6 besar Negara dengan kasus TB terbanyak. (Luk).
