kabartuban.com – Sejumlah mahasiswa yang melakukan aksi demo di Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Tuban tidak bertemu dengan satu anggota dewanpun. Sembilan mahasiswa yang tergabung dalam Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND) yang melakukan aksi akhirnya membubarkan diri tanpa memyampaikan aspirasinya didepan wakil rakyat.
“Kita sangat kecewa karena tidak ada satupun anggota dewan yang menemui kita. Kita akan menggelar aksi yang lebih besar,” jelas Mustakim, Koordinator Lapangan (Korlap) Aksi tersebut.
Menurut Mustakim, aksi mereka adalah untuk menyampaikan beberapa tuntutan serta seruan agar tidak menjadikan isu sara dalam berpolitik, dengan menyuarakan beberapa tuntutan tentang bangun Persatuan Nasional, hentikan isu suku, agama, ras, dan antar golongan dan laksanakan Tri Sakti.
“Kita punya empat tuntutan dalam aksi ini, walaupun tadi kita tidak ditemui dewan,” ungkap Korlap aksi itu.
Tuntutan lainnya adalah menegakan UUD 1945 dengan melaksanakan pasal 33 yang salah satu isinya menyebutkan penguasaan perekonomian terkait hasil kekayaan alam harus berpatok kepada kepentingan bersama, dan untuk kemakmuran rakyat yang berasaskan kepada keadilan.
“Jangan sampai bangsa ini terpecah belah dengan adanya kubu ganti presiden dan tetap lanjutkan Presiden, yang kemudia mengabaikan kepentingan negara ini,” tambah Mustakim di gedung dewan.
Menanggapi hal itu, Kabag Humas dan Hubungan Antar Lembaga DPRD Tuban, Sri Hidajati, menyampaikan anggota dewan tidak ada ditempat karena sedang melaksanakan kunjungan kerja.
“Seperti Komisi B melakukan kunjungan ke Montong terkait izin tambang,” kata Sri Hidajati.
Kemudian Ia menambahkan, untuk Komisi B melakukan kunjungan kerja ke wilayah Kecamatan Palang dan Plumpang. Sedangkan Komisi A di Kecamatan Bancar terkait penghasilan dan dana desa.
“Komisi C DPRD melakukan kunjungan kerja ke Sidoarjo berkaitan tentang beras raskin Evoucher,” pungkasnya. (Luk)
