Dikelilingi Pohon Sagu, Susur Sungai Silowo Cocok Digunakan untuk Melepas Penat

269
foto: Wisata Silowo Tuban dibuka kembali (dok. kabartuban)

kabartuban.com – Sempat vakum selama kurang lebih tiga tahun karena Pandemi Covid-19, saat ini wisata Pemandian Alam Silowo yang berada di Desa Mandirejo, Kecamatan Merakurak, Kabupaten Tuban hadir dengan mengusung konsep dan tema yang baru.

Tidak terlalu sulit bagi pengunjung yang ingin singgah disana karena lokasi yang tidak sulit untuk diakses. Bagi yang ingin berkunjung dan menikmati pemandangan air dan dihiasi pepohonan sagu yang rindang, agaknya tempat tersebut cocok untuk melepas penat.

Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Silowo, Maliki menjelaskan konsep terbaru yang diterapkan saat ini tentunya berbeda dengan tahun lalu. Jika dulunya hanya dapat digunakan sebagai pemandian saja, kini mereka merubah konsep dengan menambahkan perahu kano agar dapat dinikmati pengunjung.

“Karena kedalamannya juga cukup dalam jadi cukup enak melakukan perjalanan perahu dan tentunya bonus pemandangan yang indah dari pohon sagu, suasananya jadi serasa jelajah di luar pulau,” ucap Maliki saat ditemui di kediaman rumahnya, Sabtu (07/01/2023).
Bagi pengunjung yang ingin menikmati kesegaran air dari Wisata Silowo maupun menikmati susur sungai sepanjang sekitar 150 meter ini tidak perlu khawatir. Hal ini dikarenakan pihak wisata sendiri telah menerapkan untuk masing-masing pengunjung memakai pelampung.

Baca Juga:

Kunjungan Wisata Terbanyak di Tuban Masih Dipegang Wisata Religi

Meningkatkan Perekonomian Masyarakat Panyuran Melaui Tempat Wisata Pantai Kelapa

Kendati demikian, pria ramah ini menyebut jika kedepan fasilitas serta infrastruktur yang ada akan diperbaiki secara bertahap seperti penambahan gubuk di pinggir sungai yang nantinya dapat melihat langsung wisatawan yang melakukan susur sungai.

Setelah lelah bermain air dan susur sungai, pengunjung dapat menikmati olahan makanan khas Wisata Silowo yaitu bubur sagu yang dibuat dengan bahan-bahan yang tentunya premium.

“Jadi ini olahan dari makanan sagu dan identik di daerah sini karena wisatanya sebagian besar memang terdapat pohon sagu. Alhasil kita memanfaatkan tanaman disini menjadi berbagai olahan makanan salah satunya bubur sagu,” jelas Dita Yuliana (33) penjual bubur sagu di Wisata Silowo.

Sementara itu Nilau (20) warga Desa Semanding yang berkunjung merasa senang karena pertama kali bisa menikmati wahana perahu kano dan melakukan susur sungai sambil mendayung.

“Kesannya saya senang karena wisatanya sedikit berbeda dengan yang lain seperti menikmati perahu kano dan airnya juga jernih.,” pungkasnya.
Sementara itu diirnya mengaku akan kembali lagi ke wisata Silowo untuk sleanjutnya menikmati perau kano kembali. (hin/dil)