kabartuban.com – Meski jumlah sejak tahun 2016 kasus kematian ibu melahirkan di Kabupaten Tuban mengalami penurunan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tuban Dinas Kesehatan menyatakan kasus kematian ibu masih cukup banyak.
Hal tersebut seperti yang disampikan oleh Muselah Kasi Kesehatan Keluarga Dinas Kesehatan, hingga Juli tahun 2017, kasus kematian ibu melahirkan sudah ada 6 orang, dengan penyebab tertinggi eklampsia (tekanan darah tinggi pada kehamilan yang dapat menyebabkan kejang), selian itu beberapa penyakit bawaan ataupun keterlambatan penanganan.
“Banyak faktor, makanya kami terus berupaya meningkatkan kesiagaan lingkungan, maupun program perencanaan persalinan,” kata Muselah (25/7/2017).
Kematian ibu melahirkan tidak saja oleh penyakit, kesiapa ibu atau usia juga dapat menjadi penyebab kematian, namun lebih kepada bayinya. Ini disebabkan usia masih muda, secara biologis belum sempurna untuk mengandung dan melahirkan.
“Hamil dibawah 20 tahun beresiko, karena kesiapan secara bilogis belum matang, selain itu juga usia terlalu tua,” katanya.
Adapun kasus kematian ibu sejak tahun 2010 tertinggi terjadi pada tahun 2012 dengan jumlah 24 kasus, tahun 2013 turun menjadi 12 kasus, tahun 2014 ada 10 kasus, tahun 2015 naik lagi menjadi 12 kasus, 2016 turun menjadi 11 kasus.
“Memang naik turun, tapi kami tergetkan tidak naik lagi, dan upaya kami nol kematian ibu melahirkan,” terang Muselah.
Sementara itu, Komisi C Dewan Perwakilan Rakyat Daerah(DPRD) Tuban, Tri Astuti mengatakan, Pemkab melalui Dinas Kesehatan memamg sudah melakukan upaya dengan berbagai program, sejauh ini program yang dilakukan cukup baik, namun perlu ditingkatkan agar Tuban terbebas dari kematian ibu melahirkan.
“Saya lihat sudah bagus, beberapa kunjungan kerja sudah baik, namun perlu ada peningkatan,” katanya. (Luk)
