kabartuban.com – Jumlah penyedia jasa konstruksi di Kabupaten Tuban hingga saat ini masih menjamur hingga dua kali lipat dibanding dengan jumlah proyek yang ada. Terbukti jasa kontruksi yang terdaftar mencapai hingga 800 samapi 900 kontraktor.
“Memang jasa kontruksi di Tuban masih tinggi, yang terdaftar saat ini mencapai 800 sampai 900 kontraktor, sedangkan proyek di Tuban hanya ada 300 hingga 350 item proyek dengan pendanaan APBD,” ungkap Noor Nahar Hussein kepada kabartuban.com, Rabu (30/111/2016).
Masih terang Noor Nahar, guna mengatur pemerataan proyek tersebut diakuinya masih cukup sulit, karena pembagian proyek tersebut disesuaikan dengan peraturan yang telah ditetapkan oleh pemerintah pusat.
Menurutnya, diberlakukannya Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) harus menjadi ajang kompetitor yang sehat untuk menghadapi pasar bebas antar 10 Negara tersebut.
“Paling tidak setiap organisasi harus beranggotakan 15 orang yang sudah tersertifikasi, selain itu setiap anggota kelompok kontraktor harus menguasai problem Ilmu Tekhnologi (IT),” pungkasnya.
Noor Nahar menambahkan, etika persaingan sehat harus dipegang teguh, agar setiap kontraktor dapat menjadi mitra Pemkab Tuban dalam membangun bumi wali lebih baik.(har)
