Kasus DBD Meningkat di Tuban, Masyarakat Harus Waspada dan Melakukan Pencegahan

18
Foto Ilustrasi/Internet

kabartuban.com – Ancaman penyebaran penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kabupaten Tuban masih menjadi perhatian serius. Dalam beberapa bulan terakhir, penyebaran penyakit yang disebabkan oleh nyamuk Aedes aegypti ini mengalami peningkatan yang signifikan. Bahkan, sepanjang periode Januari hingga April, tiga pasien DBD dilaporkan meninggal dunia, Kamis (25/04/2024).

Kasus DBD yang meningkat menjadi keprihatinan serius, terutama dengan cuaca yang berpotensi mempercepat penyebaran penyakit tersebut. Menurut data terbaru dari Dinas Kesehatan Kabupaten Tuban, kasus DBD telah mencapai angka yang mengkhawatirkan selama beberapa pekan terakhir.

Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) Kabupaten Tuban, kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kabupaten Tuban mengalami peningkatan yang signifikan. Bahkan, tiga pasien DBD dilaporkan meninggal dunia karena keterlambatan penanganan. Selama periode Januari hingga saat ini, total kasus DBD mencapai 313 kasus yang tersebar di berbagai Kecamatan di Tuban.

Hingga saat ini, langkah penanganan dari Dinkes P2KB adalah dengan melakukan pengasapan (fogging) di daerah-daerah yang terdapat kasus DBD. Namun, langkah tersebut belum efektif jika tidak ada tindakan aktif dari masyarakat. Selain itu, fogging juga dapat berpotensi menimbulkan risiko keracunan.

baca juga: Kasus DBD di Widengan Meningkat, Dinkes P2KB Kembali Lakukan Fogging

Peningkatan kasus DBD juga menekankan pentingnya pencegahan dengan melakukan langkah-langkah sederhana seperti menggunakan kelambu saat tidur, mengenakan pakaian yang melindungi tubuh, dan menghindari penumpukan air di sekitar rumah.

Untuk mencegah penyebaran nyamuk Aedes aegypti, berikut beberapa tips yang dapat dilakukan:

  • Menguras dan membersihkan bak mandi, tempat penampungan air, serta selokan secara teratur untuk menghilangkan sarang nyamuk.
  • Menutup rapat-rapat tempat penyimpanan air agar nyamuk tidak dapat mengaksesnya untuk bertelur.
  • Menggunakan kelambu saat tidur untuk melindungi dari gigitan nyamuk saat istirahat.
  • Mengenakan pakaian yang menutupi seluruh tubuh, terutama saat berada di luar ruangan pada waktu yang rentan terhadap serangan nyamuk.
  • Menggunakan obat anti-nyamuk atau pengusir nyamuk di rumah.
  • Menghindari penumpukan air di tempat-tempat yang tidak terpakai seperti ban bekas, pot bunga, dan tempat sampah.
    (zum/red)
/