Rutin Gelar Aksi Sosial, Komunitas Resik Tuban Miliki Banyak Program Kemanusiaan

268
Founder Resik Tuban saat memberikan makanan kepada anak punk

kabartuban.com – Komunitas Relawan Sosial Kemanusiaan (Resik) Tuban yang didirikan oleh Istafada Ilma Nafi’a bergerak dibidang sosial kemanusiaan. Jika mengulas lebih dalam mengenai Relawan Sosial Kemanusiaan, Fada sapaan akrabnya menyebutkan bahwa nama Resik berasal dari istilah Jawa yaitu “Bersih”, yang artinya membersihkan hati dan membersihkan hal-hal yang mungkin bisa menjadi kesombongan bagi diri manusia, Senin (1/8/2022).

Dalam kesempatan tersebut, Fada menjelaskan awal mula ia mendirikan komunitas Resik ini adalah ingin membantu orang, namun karna keterbatasan finansial ia tergerak untuk mendirikan komunitas sosial untuk dapat membantu lebih banyak lagi orang yang membutuhkan.

Founder Resik berbagi makanan dengan masyarakat disabilitas

“Saat itu saya ketemu ODGJ, tapi saya waktu itu hanya bawa uang Rp10 ribu. Kalau saya beliin makan mungkin hanya bisa bantu satu orang, lalu gimana caranya supaya kita bisa membantu orang dengan keterbatasan finansial sehingga kita kumpulkan anak-anak yang mungkin punya niat yang sama tapi juga memiliki keterbatasan yang sama,” jelas Fada, saat ditemui di aksi sosialnya.

Baca Juga: Meriahkan Tahun Baru Islam 1444 H, Pemkab Tuban Adakan pawai Taaruf

Masih jelasnya, dalam menjalankan komunitas sosialnya tersebut, Fada mengaku bahwa anggota yang tergabung dalam komunitas Resik adalah murni bergabung tanpa ajakan secara pribadi.

“Untuk temen-temen yang sudah bergabung itu sama sekali tidak ada yang saya ajak secara pribadi, mereka tau dari link yang saya share entah itu di Facebook, WhatsApp atau di Instagram sehingga saya pengen mereka gabung itu benar-benar dari keinginan mereka sendiri tanpa adanya paksaan,” bebernya kepada reporter media ini.

Dari informasi yang di dapat, Komunitas Resik memiliki 4 (empat) program yaitu; membagikan nasi kepada ODGJ setiap hari Jumat, santunan anak yatim yang diadakan 2 kali dalam satu tahun pada bulan Muharram dan bulan Ramadan, pembagian sembako kepada para pejuang nafkah di jalanan, dan wakaf Al Qur’an yang disebarkan ke seluruh TPQ maupun pesantren yang berada di pendalaman Kota Tuban.

“Untuk sumber keuangan resik sendiri kita ada 3 macam yaitu dari kas resik, donatur tetap dan kita membuka kesempatan bagi masyarakat luas yang ingin berdonasi ke rekening Resik, untuk kas resik itu memang saya wajibkan untuk berinfaq Rp30 ribu perbulan yang tujuannya untuk melatih teman-teman agar menyisakan seribu rupiah perhari untuk bisa menolong orang lain, kemudian yang kedua kita ada donatur tetap, yang mana para donatur itu secara otomatis mengajukan dirinya ke Resik untuk di izinkan menjadi donatur tetapnya resik, kemudian yang ketiga dari masyarakat umum jika mereka ingin berdonasi kita cantumkan nomor rekening resik dan juga kontak yang bisa di hubungi,” terangnya.

Dengan mendirikan komunitas Resik ini, Fada berharap dirinya dapat memiliki Yayasan di Tuban untuk menampung orang-orang yang memiliki keterbatasan sosial maupun ODGJ yang ada di jalanan sebagai tempat bernaung.

“Harapan dari Resik ini punya Yayasan di Tuban untuk menampung orang-orang yang entah itu memiliki keterbatasan sosial, entah ODGJ dijalanan entah siapapun yang butuh tempat bernaung itu bismillah kita pengen punya Yayasan yang bisa menampung mereka,” harap Fada. (nat/dil)

/