Terkait MOS, Anies Baswedan Perintahkan Utusan Ke Tuban

411

kabartuban.com – Menyikapi kabar meninggalnya siswi baru SMA Negeri Plumpang, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Anies Baswedan memerintahkan utusannya untuk mendatangi sekolah terkait, guna mengumpulkan bahan dan mendapatkan penjelasan, Rabu (5/8/2015).

Kepada waratawan, M. Toni Satria D mengatakan, “Kami kesini ditugaskan khusus oleh Pak Menteri untuk melakukan pengumpulan bahan dan keterangan sejelas-jelasnya dari pihak sekolah,” kata Humas Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP) Jawa Timur itu, saat berada di SMAN Plumpang.

Dalam kesempatan tersebut, Toni menyampaikan bahwa kabar ada siswa yang kesehatannya menurun drastis kemudian meninggal dunia pasca mengikuti Masa Orientasi Peserta Didik Baru (MOPDB) menjadi perhatian nasional. Oleh karenanya, Mendikbud langsung memerintahkan pihaknya untuk melakukan klarifikasi.

“Ini sudah menjadi atensi, dan kali ini kami diminta memberikan laporan secepatnya kepada bapak menteri,” kata Toni.

Kedatangan LPMP Jawa Timur, disambut Kepala SMA Negeri Plumpang, Suparlin, dan Kepala Bidang (Kabid) SMP/SMA/SMK di Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora), Nur Khamid.

“Laporan tertulis sudah kami susun Pak tentang pelaksanaan MOS di sekolah ini,” kata Suparlin.

Selain laporan tertulis, Suparlin, juga memberikan keterangan lisan kepada perwakilan LPMP. Dia mengatakan, kalau meninggalnya salah satu siswa SMA N Plumpang tersebut tidak terkait dengan pelaksanaan MOPDB.

Baca juga berita sebelumnya ; Diduga kelelahan pasca MOS, siswi SMAN Plumpang meninggal,  Syock Sepsis, menjadi sebab meninggalnya siswi SMAN Plumpang

Seperti diberitakan sebelumnya, Dewi Retna Wulandari (15), seorang pelajar SMAN Plumpang, Kabupaten Tuban meninggal dunia diduga akibat mengalami kelelahan setelah mengikuti kegiatan MOPDB di sekolah itu. Korban meninggal dunia di RSUD Tuban setelah dua hari mendapatkan perawatan medis. (im)