Tinggal Seorang Diri Hingga Kerja Serabutan di Lakoni Mbah Ngasiman untuk Bertahan Hidup

521
dokumentasi Kakek Ngasiman (65) (dihin)

kabartuban.com – Usia senja merupakan waktu yang tepat bagi seseorang menikmati masa tua bersama dengan keluarga, namun berbeda dengan kakek Ngasiman (65) yang tinggal seorang diri di rumahnya tepatnya di Kelurahan Gedongombo, Gg. Duku, RT. 03/RW. 02.

“Saya tinggal di sini sudah lama kurang lebih 40 tahunan karena istri saya sudah meninggal satu bulan yang lalu,” jelasnya saat ditemui di kediamannya, Jumat pagi (12/8/2022).

Selama pernikahannya dengan istrinya, Ngasiman tidak dikaruniani anak. Hal tersebut yang membuat Ngasiman kini harus tinggal seorang diri ketika istrinya meninggal dunia. Tidak hanya itu, guna menyambung hidupnya, Ngasiman bekerja serabutan dengan menjadi kuli.

“Biasanya juga nguli kalau memang ada yang mengajak. Kalau tidak ada ya merawat kambing-kambing aja,” ucapnya.

Berdasarkan info yang dihimpun oleh kabartuban.com, selama ini Ngasiman belum tersentuh bantuan oleh Dinas terkait.t

“Ngga ada bantuan, RT-nya tidak perduli warganya. Jadi tidak pernah dapat bantuan apa-apa,” tegasnya.

Baca Juga: Kurva Penjualan Alami Kenaikan, Wuling Motors Kini Luncurkan Mobil Listrik Ramah Lingkungan

Sementara itu, salah satu tetangga Ngasiman, Endang (30) mengaku prihatin dengan keadaan Ngasiman yang tinggal sendiri tanpa ada sanak saudara.

“Kasiam harus tinggal seorang diri di rumah,” ucapnya.

Lanjut Endang menyebutkan, bahwa setiap kali melihat banyak pegawai yang mampir beristirahat di halam rumah Mbah Ngasiman untuk sekedar meminum kopi dan memberikan sedikit rejeki untuk Mbah Ngasiman.

“Kadang ada yang beli kopi di Mbah Ngasiman, tapi sebenarnya sih niatnya memang mau ngasih sedikit rejeki untuk Mbah Ngasiman,” tutupnya. (hin/dil)