kabartuban.com – Musim panen kacang tahun ini, kurang menggembirakan bagi petani kacang di kecamatan Semanding, kabupaten Tuban, sebab hasil panen tidak terlalu baik, akibat curah hujan yang tidak menentu selama musim tanam kacang.
Aji, petani kacang tanah, warga Desa Prunggahan Kulon, Kecamatan Semanding, Kabupaten Tuban mengatakan, hasil panen tahun dinilai kurang maksimal dibanding dengan tahun sebelumnya. Tahun ini hasil panen mengalami penurunan drastis mulai 25% hingga 40% dibandingkan dengan hasil panen tahun sebelumnya. Jika panen kacang tahun sebelumnya perhektar lahan mampu menghasilkan 2 hingga 3 ton kacang tanah, musim panen tahun ini hanya 1,4 hingga 2,3 ton saja.
“Saat tanaman kacang mulai berbunga curah hujan tidak tentu, sehingga pertumbuhan kacang tidak maksimal,” kata Saelah.
Bahkan banyak tamanan kacang yang mati karena kekurangan air, sementara pada saat kacang berbunga mestinya membutuhkan cukup air agar biji kacanagg dapat tumbuh maksimal.
“Banyak tanaman kacang yang mati, karena kuang hujan,” katanya.
Petani lainnya, Bati , mengungkapkan, tidak stabilnya curah hujan bukan hanya berdampak pada tanaman kacang saja namun juga tanaman palawija lainnya seperti jagung, singkong dan cabe yang ditanam warga.
“Hasil panen kacang tahun ini tidak memberikan keuntungan hanya balik modal saja,” terang bati.
Tidak hanya petani, buruknya kualitas kacang juga diakui pengepul kacang yang ditemui kabartuban.com disekitar ladang kacang, Prunggahan Kulon, mereka mengungkapkan kualitas kacang yang kurang baik mengakibatkan harga kacang turun, dari Rp12.000 hingga Rp13.000 per Kilogram (Kg), saat ini hanya Rp11.000 per Kg.
“Kualitas kacang buruk, makanya harganya juga turun, hasil panen juga tidak baik,” terang pengepul Kacang Cakra. (Dia)
