kabartuban.com – Sejak adanya virus Corona atau Covid-19 di Indonesia, pemerintah memberikan anjuran untuk melaksanakan physical distancing demi memutus rantai penularan virus tersebut. Dengan penerapan physical distancing, pemerintah yakin bahwa virus ini dapat diminimalisir penyebarannya.
Disaat diberlakukannya physical distancing, membuat masyarakat lebih menghindari keramaian yang beresiko terjadinya penularan virus Corona. Sama dengan halnya berbelanja, masyarakat lebih memilih untuk belanja online daripada harus datang langsung ke tempat perbelanjaan.
Meningkatnya minat masyarakat untuk berbelanja online selama pandemi Covid-19 ini membuat jasa pengiriman barang meningkat. Sedangkan perpindahan barang dari satu tempat ke tempat lain berpotensi membawa virus Corona.
Ditemui dilokasi, Kepala Cabang JNE Tuban, Rofik menjelaskan sudah mengantisipasi terkait Covid-19 ini dengan menyediakan hand sanitizer bagi konsumen yang keluar masuk kantor JNE sesuai dengan imbauan dari pemerintah serta melakukan penyemprotan disinfektan pada paket yang akan dikirim dan paket yang diterima sehingga penerima mendapatkan barang dalam keadaan steril.
“Mengenai pengiriman dari kota asal sebelum diberangkatkan sudah diberlakukan penyemprotan cairan disinfektan untuk mensterilkan barang. Nanti sampai kota transit juga diberlakukan penyemporotan hingga sampai di kota tujuan,” terangnya.
Lebih lanjut Rofik menjelaskan, pada pandemi Covid-19 ini, biaya pengiriman barang tidak mengalami kenaikan sehingga masyarakat tidak merasa terbebani disaat kondisi seperti ini.
“Biaya masih tetap sama. Ada anjuran dari JNE pusat mengenai pengiriman barang yang berkaitan dengan kondisi virus Corona seperti hand sanitizer, masker dan alat sempot dikenakan ongkos kirim setengah dari ongkos kirim biasannya,” jelasnya Kepala Cabang JNE yang beralamatkan di Jl. Basuki Rachmad no 215-217 tersebut.
Ditempat berbeda, Tiara Sari Pratiwi pemilik online shop di Tuban mengaku tidak takut jika menerima kiriman barang dari kota dengan status zona merah. Pasalnya, Tiara meyakini bahwa jasa ekspedisi memiliki prosedur tersendiri dalam pengiriman barang.
“Soalanya secara logika mereka pun para kurir juga nggak bakalan mau mengirimkan barang yang beresiko kalo nggak dipastikan aman. Disinipun setiap ada paket pasti disemprot,” jelasnya. (wid/dil)
