Pelatihan Timbangan Disperindag Jatim Di Tuban

845

kabartuban.com – Kamis (26/4) Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Timur mengadakan “Pelatihan Penggunaan Timbangan Yang Benar Bagi IKM/UKM Makanan dan Minuman”. Acara yang dilaksanakan di salah satu aula Hotel Mustika Tuban ini dihadiri langsung dari Perwakilan Bidang Metrologi Disperindag Provinsi Jawa Timur. Acara dimulai pukul 10.00 WIB, molor 1 jam dari jadwal pukul 09.00 WIB. Selain Yudi Widodo dari Bidang Metrologi Disperindag Provinsi Jawa Timur, hadir pula Totok Sutanto dan Roni dari Bidang Metrologi Karasidenan Bojonegoro.

Acara dibuka oleh Farid Achmadi selaku Kepala Dinas Perekonomian dan Pariwisata Kabupaten Tuban, didampingi Imron Achmadi selaku Kabid Perdagangan Disperpar Kabupaten Tuban. Dalam sambutannya Farid menyampaikan beberapa persoalan UKM yang banyak di hadapi oleh UKM yang ada di Tuban, diantaranya terkait : (1). Sumber Daya Manusia (SDM), (2). Permodalan, (3). Pemasaran, (4) Kurangnya Informasi dan Teknologi, dan (5). Kurangnya jejaring usaha.

lebih lanjut Farid mengatakan, dari 5 persoalan yang dihadapi UKM tuban tersebut, 3 hal yang paling urgen adalah terkait SDM, Permodalan, dan Pemasaran. Selaku Kepala Dinas Perekonomian dan Pariwisata, Farid berharap untuk ke depan nanti UKM di Tuban dapat bersaing dengan produk – produk dalam negeri dari daerah lain dan juga dapat bersaing dengan produk dari luar negeri, seperti produk dari China yang sekarang membanjir di pasaran Indonesia.

Pelatihan yang dihadiri oleh 44 orang dari kalangan pelaku UKM makanan dan minuman serta perwakilan pedagang pasar baru Tuban itu juga dijadikan ajang sosialisasi program Disperpar Kabupaten Tuban oleh Farid Achmadi. Terkait dengan Topik Penggunaan Timbangan yang menjadi tema utama hari ini, Farid berharap pelaku UKM dan pasar di Tuban mulai menerapkan ” Kejujuran dalam timbang meninmbang” sebagaimana diamantkan dalam undang – undang no.8 tahun 1999.

Sebagai pembicara utama pada acara hari ini adalah Yudi Widodo dari Bidang Metrologi Disperindag Jawa Timur. Dengan modul yang berjudul Kemasan / Pelabelan Barang Dalam Keadaan Terbungkus (BDKT), Yudi juga menyampaikan banyak hal mengenai Ketepatan dalam pengukuran timbangan.

Dalam penyampaian awalnya, Yudi menyampaikan definisi ilmu metrologi disusul hal apa saja yang harus tercantum dalam kemasan produk. Yudi menerangkan betapa pentingnya kemasan bagi sebuah produk, dan menurutnya beberapa hal yang perlu tercantum dalam kemasan terkait metrologi adalah (1). Diikrarkan isi bersih barang, (2) Menggunakan satuan internasional, (3). Mencantumkan dalam bahasa latin yang mudah dipahami, (4) Nama barang, (5). Tercantum siapa yang mengemas atau penanggung jawab kemasan.

Lebih lanjut Yudi memberikan pengertian kepada peserta pelatihan bahwa fungsi kemasan adalah sebagai wadah dan pelindung produk, mempertahankan kwalitas rasa dan memperpanjang masa kedaluwarsa produk, mempermudah proses distribusi, mempercepat proses transakasi, dan sebagai sarana komunikasi serta menarik minat konsumen untuk membeli produk.

Dalam acara tersebut Yudi Widodo memperagakan bagaimana tata cara menimbang yang benar, dengan berbagai alat timbang yang sudah disediakan oleh panitia. Menurut Yudi, Metrologi terbagi 3. (1). Metrologi Ilmiah, pengaturan dan pengembangan standart, (2). Metrologi Industri, (3). Metrologi legal, dampak pada transaksi perdagangan.

Setelah penyampaian materi dari Yudi Widodo, disusul dengan pemaparan dari bidang metrologi wilayah karasidenan Bojonegoro, Totok Sutanto dan Roni sebagai perwakilan untuk wilayah Bojonegoro, Tuban, dan Lamongan menyampaikan program – program yang akan segera dilaksanakan termasuk pelaksanakan uji fisik atau tera di Kabupaten Tuban, yang rencananya akan dilaksanakan bulan Mei mendatang.

Di akhir acara, tiga peserta diberi kesempatan mengajukan pertanyaan. Salah satunya adalah Maturrahman. Peserta yang mewakili pedagang pasar baru Tuban ini menyampaikan keluhannya atas ketidakjelasan biaya “Tera” yang saat ini berlaku hingga lebih dari 100 ribu. Pertanyaan ini dijawab oleh Totok Sutanto secara singkat, bahwa biaya itu tergantung kondisi timbangan yang di”tera”, Totok tidak bisa menjawab dengan pasti peraturan pemerintah mengtenai biaya pasti uji fisik timbangan atau tera sebagaimana diminta oleh Maturrahman. Kemudian acara ditutup tepat pukul 13.00 WIB, dilanjutkan acara makan siang di restoran Hotel Mustika Tuban. (iim)