Petani di Kecamatan Widang, Sukses Kembangkan Tumpang Sari Cabai dan Bawang Merah

kabartuban.com – Petani di desa Ngadirejo, Kecamatan Widang, Kabupaten Tuban, sukses mengembangkan tanaman tumpang sari cabai dan bawang merah yang ditanam bersamaan dalam satu lahan sekaligus. Cara ini merupakan metode baru yang digunakan untuk meningkatkan produksi hasil pertanian.

Adalah Suwandi, petani yang juga kepala desa Ngadirejo, Kecamatan Widang, Kabupaten Tuban. Memanfaatkan lahan seluas kurang lebih 1,5 hektar miliknya, Suwandi dapat memproduksi hingga lebih dari 15 ton bawang merah sekali panen yang ditanam bersama dengan cabai merah.

“Tumpang sari ini metode baru dengan kualitas tanaman yang sama-sama bagu, cabai maupun bawang merahnya,” terang Suwandi.

Suwandi menjelaskan, untuk menghasilkan kualitas yang baik dalam proses tumpang sari, dua tanaman ditanam dengan sistem mulsa, menggunakan lobang empat banding dua, yakni setiap dua lobang untuk tanaman cabai dan empat lobang tanaman bawang.

“Mulsa diberikan lobang dengan pebandingan 2 tanaman cabai dan 4 tanaman bawang merah,” teang Suwandi.

Dengan modal tanam untuk dua jenis tanaman sebesar Rp120 juta Suwandi mampu menghasilnan Rp500 juta untuk tanaman bawang saja sekali panen, semenrata untuk cabai disesuaikan dengan harga cabai setiap musim panenya.

”Modalnya cabai dan bawang merah 120 juta, jika dipanen mampu mengasilkan hingga 500 juta lebih, belum cabainya mas,”

Berkat kesuksesanya dalam memanfaatkan lahan tumpang sari, sejumlah petani mulai mengikuti jejak Suwandi, menjadi petani bawang merah dan cabai secara tumpang sari. Saat ini sudah ada sekitar 6 hektar lahan di Desa Ngadirejo yang dijadikan lahan bawang merah maupun lahan tumpang sari bawang merah dan cabai oleh petani laintya.

“Sekarang banyak yang ikut menanam bawang, banyak petani yang pesan bibit ketempat saya, totalnya sekarang ada sekitar 6 hektar di desa ini,” imbuh Suwandi.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Tuban, Murtadji yang ikut menyaksikan proses panen bawang merah mengatakan, akan menjadikan inovasi petani Widang tersebut sebagai study yang akan disosialisasikan keseluruh petani di Kabupaten Tuban, harapannya mampu meningkatkan produktifitas bawang untuk daerah-daerah yang dapat dikembangkan.

“Tugas kami adalah menginformasikan ini ke masyarakat, melalui penyuluhan kami ini akan diteruskan ke petani agar menjadi contoh,” terang Murtadji.

Sayangnya lanjut Murtadji, pola tanam mulsa yang diterapkan petani memiliki ongkos poduksi yang tidak sedikit, meskipun hasilnya cukup menggiurkan. Dengan modal 120 juta untuk 1,5 hektar, jumlah itu tidak akan mudah dijangkau petani. Karenanya pihaknya akan membantu petani dengan menggandeng perbankan agar memberikan kemudahan bagi kredit petani.

“Karenanya kami juga akan menggandeng perbankan untuk membantu pemodalan. Kalau di Tuban, yang berpotensi dapat dikembangkan, Tambakboyo, Rengel, Plumpang dan sebagian Senori dan Singgahan,” pungkas Murtadji. (Luk)

Populer Minggu Ini

Pemutakhiran Barcode Biosolar Dinilai Tepat Sasaran, Pakar Dukung Langkah Pertamina

kabartuban.com - Pemutakhiran data barcode untuk pembelian Biosolar dinilai...

DPRD Tuban Soroti Limbah Cucian Kuarsa di Jenu, Sungai Dangkal, Petani–Nelayan Tercekik

kabartuban.com - Gelombang keluhan warga Kecamatan Jenu, Kabupaten Tuban,...

Meski Izin Menggantung, Kirab Kimsin di Kwan Sing Bio Tuban Tetap Diserbu Ribuan Pengunjung

kabartuban.com - Di tengah ketidakpastian izin keramaian dari kepolisian,...

May Day 2026 di Tuban, Ribuan Buruh Turun ke Jalan, Bupati Janjikan Realisasi Semua Tuntutan

kabartuban.com - Peringatan Hari Buruh Internasional atau May Day...

DLHP Sidak 25 Titik Cucian Kuarsa, Dampak Lingkungan Jadi Sorotan

kabartuban.com - Ancaman kerusakan lingkungan di wilayah pesisir utara...

Artikel Terkait