Dirut PT SI Launching Buku Road to Semen Indonesia Transformasi Korporasi

304

IMG_9501kabartuban.com – Direktur Utama PT Semen Indonesia Tbk (PT SI), Dwi Soetjipto meluncurkan sebuah buku. Buku berbahasa Indonesia setebal 318 halaman yang diterbitkan oleh Kompas Gramedia tersebut berjudul Road to Semen Indonesia Transformasi Korporasi Mengubah Konflik menjadi Kekuatan. Launching buku dilaksanakan di Balai Kartini Jakarta yang dihadiri oleh Menteri BUMN Dahlan Iskan, Selasa (4/2/2014).

Dalam Acara Launching tersebut juga dilaksanakan diskusi dan tanya jawab yang menghadirkan pembicara serta penulis. Diskusi dibagi menjadi tiga sesi. Sesi pertama menghadirkan Menteri BUMN Dahlan Iskan, Komisaris Utama Pertamina Sugiharto dan Kepala BKPM Mahendra Siregar. Sesi Kedua menghadirkan Direktur Utama Thang Long Cement Johan Samudra, CEO Bukit Asam Transpacifik Rudiantara, Direktur Pemasaran Semen Padang Benni Wendry serta Direktur Keuangan Semen Gresik Sunardi Prionomurti. Sedangkan sesi ketiga menghadirkan Dosen senior Universitas Indonesia Budi W Soetjipto dan Pengamat Kebijakan Publik Agus Pambagio.

Dwi Soetjipto mengatakan, “Buku ini ditulis dengan alur bertutur, mengisahkan perjalanan saya selama memimpin BUMN Semen Indonesia. Berbagai kisah konflik, tantangan memperbaiki kinerja perusahaan, menyatukan berbagai perbedaan, mengawal proses transformasi, hingga upaya pencapaian visi menuju BUMN yang  menjadi ‘world class engineering company’,”.

“Buku ini sarat dengan tulisan bernuansa knowledge serta strategic management, diselingi dengan data statistik, sehingga layak bila dijadikan rujukan untuk dipergunakan sebagai kajian utama dalam diskusi atau seminar,” ujar Dwi Soetjipto.

Sesuai siaran berita yang diterima media ini, dalam kesempatan tersebut, Dwi Soetjipto mengajak pembaca untuk menilai perjalanan hidupnya memimpin sebuah perusahaan. Ia seolah memberi pesan tidak langsung bahwa seorang pimpinan tidak bisa hanya sekadar duduk di kursi nyaman dan hangat, namun harus berani menanggung risiko atas jabatan yang dipegang. Kasus di Semen Padang yang bergejolak, menjadi tantangan  bagi Dwi Soetjipto untuk mencoba berbagai macam strategi agar roda manajemen perusahaan bisa bergulir dan kembali berproduksi. Ia tak patah arang meski dicaci maki dan ditolak oleh Serikat Pekerja. Ia berjuang dari tempat pengasingan karena yakin langkahnya benar.  

Berhasil membalikkan kondisi perusahaan dari terpuruk menjadi untung di Semen Padang, mengantarkannya ke tantangan lebih besar, memimpin Semen Gresik Grup.  Ia mulai menjalankan strategi transformasi.  Berbagai persoalan ia identifikasi:  resistensi karyawan, konsolidasi operasional, corporate culture, dan persoalan-persoalan lain.   Satu persatu persoalan diselesaikan  jajaran manajemen di bawahnya. Ia Menghasilkan banyak keputusan strategis dan dapat menggerakkan roda produksi serta sinergitas holding Semen Indonesia.

“Dalam buku ini, saya mengajak pembaca untuk mengerti dan membayangkan serta menjadi pelaku seandainya pembaca menjadi salah satu manajemen di  Semen Indonesia. Saya menulis strategi tersebut dengan alur cerita yang seakan-akan pembaca juga bisa melakukan hal yang sama jika duduk di kursi yang ditempatinya,” terang Dwi Soetjipto.

Kata kunci dalam buku ini adalah  sinergi. Sinergi dengan tim yang dibentuk, serta sinergi dengan tim lain yang mendukung atau bekerja bersama-sama. “Buku ini juga menyelipkan teori-teori manajemen yang biasa dipergunakan untuk melakukan analisa dan tindakan dalam  pengambilan keputusan. Analisa tersebut didukung dengan alur pengambilan keputusan dan data-data akurat, sehingga kami ingin mengajak pembaca untuk berpikir dan merenungkan langkah-langkah strategis dalam menjalankan roda manajemen,” imbuh Dwi Soetjipto

Selain sinergi, Buku ini memberikan penekanan yang sangat penting pada  kata  inovasi. Dalam buku ini diulas sangat cermat dan cerdas, bagaimana dua kata tersebut (sinergi dan inovasi) melandasi perjalanan Dwi Soetjipto baik dalam keseharian dan keberlangsungan perusahaan ke depan. Beberapa kasus dan analisa strategis dilakukan berdasarkan dua kata tersebut, seakan-akan penulis mengajak pembaca untuk menyetujui bahwa perusahaan dapat berjalan dengan baik menggunakan kata sinergi dan inovasi. Dan penulis berhasil mewujudkan hal tersebut, konflik menurun, produksi meningkat, dan angka finansial bergerak semakin positif.

Dwi Soetjipto menjelaskan inovasi dimunculkan searah dengan sustainable dan continuously di perusahaan. Secara logika perusahaan harus sustain dan continuos, maka resep untuk itu adalah inovasi, tanpa inovasi maka perusahaan hanya akan menjadi barang tua yang teronggok di tempat sampah. Salah satu implementasi inovasi adalah pembentukan Centre of Engineering (COE) dan Sekolah Tinggi Manajemen Semen Indonesia (STiMSI). Satu hal yang perlu dicatat dari inovasi adalah alat utama mendukung implementasi kebijakan perusahaan serta menjaga competitiveness perusahaan. 

“Dalam buku ini kami ingin sharing mengenai sinergitas pembentukan holding company. Tidak hanya membuktikan bahwa perbedaan antar perusahaan dapat diselesaikan, namun juga menjadi satu langkah bersama dalam mewujudkan peningkatan produktivitas perusahaan,” imbuh Dwi Soetjipto.  

Disisi kinerja, Semen Indonesia terus mengalami peningkatan, terbukti dengan meningkatnya laba bersih perseroan naik signifikan hingga sembilan kali lipat dari Rp 509 Milliar di tahun 2004 menjadi Rp 4,85 triliun tahun 2012, nilai Ebitda 2004 senilai Rp 1,4 Triliun meningkat menjadi Rp 6,87 triliun di tahun 2012 sedangkan pendapatan pada tahun 2004 Rp 6,07 Triliun meningkat menjadi Rp 19,60 Triliun. (rls/im)