WHO Sebut Cacar Monyet Sebagai Darurat Kesehatan Global, Kadinkes Tuban: Sangat Bahaya, Bisa Sebabkan Kematian

kabartuban.com – Baru-baru ini masyarakat dihebohkan dengan adanya penyakit Cacar Monyet. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) juga secara resmi mengumumkan wabah cacar monyet atau monkeypox sebagai darurat kesehatan global dengan level alarm tinggi.

Hal ini menjadi perhatian tersendiri untuk pemerintah khususnya Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dalam melakukan pencegahan masuknya penyakit cacar monyet (monkeypox). Kemenkes dalam hal ini melakukan pengaktifan sistem surveilans dan melakukan pemantauan pada kelompok yang rentan tertular cacar monyet guna mencegah penularan penyakit tersebut.

Melalui laman website Kompas.com Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan, pemerintah telah menyediakan reagen untuk pemeriksaan RT-PCR guna mendeteksi virus penyebab penyakit cacar monyet di berbagai laboratorium.

Menurutnya, virus penyebab penyakit cacar monyet lebih mudah dikenali dibandingkan virus corona tipe SARS-CoV-2 penyebab Covid-19.

“Karena virus monkeypox (cacar monyet) lebih besar (ukurannya) dibandingkan SARS-CoV-2,” kata Budi.

Budi juga menjelaskan, gejala penyakit cacar monyet dapat dilihat dari permukaan kulit dan warna kulit.

“Selain itu, gejala bisa dilihat dari yang timbul di permukaan kulit, seperti lesi (bintik kecil berisi cairan) di tangan maupun wajah, perubahan warna kulit menjadi kemerahan, hingga pembengkakan di area selangkangan,” ujar Budi.

Beralih ke Kabupaten Tuban, berdasarkan wawancara online dengan Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana KB (Dinkes P2KB) Bambang Priyo Utomo mengungkapkan belum ada laporan terkonfirmasi atas kasus cacar monyet di Indonesia.

Baca Juga: Bertemu Orang Tak Dikenal, ATM Dikuras Hingga 40 Juta

“Di Indonesia belum ada laporan,” terang Bambang, Kamis (28/7/2022).

Dalam kesempatan tersebut, Bambang menyebutkan bahwa penyakit cacat monyet merupakan penyakit yang berbahaya dan dapat menyebabkan kematian pada penderitanya.

“Sangat bahaya, bisa menyebabkan sampai kematian bila ada sekunder infeksi. Untuk pencegahannya bisa dilakukan dengan cara pola hidup bersih dan sehat, jauhi hewan-hwan seperti tupai, tikus, monyet, dan lain sebagainya,” jelasnya.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tuban itu meminta kepada masyarakat Tuban agar selalu menjaga Kesehatan badan serta lingkungan, baik yang memiliki hewan peliharaan maupun tidak. Serta tidak melakukan kontak dengan hewan atau orag yang sedang sakit. (nat/dil)

Populer Minggu Ini

Wanita Diduga Edarkan Uang Palsu di Pasar Wage Grabagan, Diamankan Warga

kabartuban.com - Seorang perempuan berinisial M (50), warga Kecamatan...

Giant Sea Wall Dipertanyakan, Nelayan Khawatir Kehilangan Lautnya

kabartuban.com - Rencana pembangunan Giant Sea Wall sebagai bagian...

Pemutakhiran Barcode Biosolar Dinilai Tepat Sasaran, Pakar Dukung Langkah Pertamina

kabartuban.com - Pemutakhiran data barcode untuk pembelian Biosolar dinilai...

DPRD Tuban Soroti Limbah Cucian Kuarsa di Jenu, Sungai Dangkal, Petani–Nelayan Tercekik

kabartuban.com - Gelombang keluhan warga Kecamatan Jenu, Kabupaten Tuban,...

Meski Izin Menggantung, Kirab Kimsin di Kwan Sing Bio Tuban Tetap Diserbu Ribuan Pengunjung

kabartuban.com - Di tengah ketidakpastian izin keramaian dari kepolisian,...

Artikel Terkait