Pabrik Semen Tuban Lakukan Invonasi Energi

413

16-juli-SIkabartuban.com – PT Semen Indonesia (persero) Tbk  (SI) melakukan inovasi di bidang energi listrik. Bekerjasama dengan perusahaan asal Jepang, JFE Engineering, SI menggunakan teknologi pembangkit listrik yang memanfaatkan gas buang dengan kapasitas desain 30,6 Mega Watt (MW). Teknologi listrik ini diterapkan untuk empat pabrik SI yang berada di Tuban.

Kerjasama antara Perseroan dengan JFE merupakan realisasi Memorandum of Understanding (MoU) yang telah ditandatangani pada tanggal 25 Maret 2013 di kantor JFE Tokyo, Jepang. JFE merupakan representasi Kementerian Lingkungan Hidup Pemerintah Jepang untuk program Joint Crediting Mechanism (JCM), yang bertujuan untuk mengurangi emisi karbon. Direktur Utama Perseroan, Dwi Soetjipto melakukan penandatanganan kerjasama tersebut dengan Director JFE, Tetsuo Tsuyuguchi di kantor Perseroan, The East Jakarta, Selasa (15/7/2014).

Biaya investasi pembangunan teknologi WHRPG (Waste Heat Recovery Power Generation), mencapai Rp 638 miliar dan periode konstruksi sekitar 24 bulan, dihitung sejak kegiatan engineering sampai selesainya commissioning. Rencananya, teknologi ini akan beroperasi pada akhir semester II tahun 2016. Kandungan lokal dari proyek ini mencapai 52% dan sisanya merupakan kandungan impor yang dipasok JFE.

Menurut informasi yang dihimpun kabartuban.com, proyek ini akan berkontribusi pada program pengurangan emisi CO2 sebesar 122.358 ton pertahun. Dalam hal ini, Pemerintah Jepang mempunyai komitmen yang kuat untuk mendukung proyek ini melalui program JCM. “Kami mengharapkan akan mendapatkan dukungan dana dari Pemerintah Jepang sebesar kurang lebih 20% dari total biaya investasi atas upaya penurunan emisi CO2 ini,” kata Dwi Soetjipto. ”Ini merupakan inovasi dan efisiensi yang dilakukan oleh perusahaan dalam bidang energi,” pungkasnya.

Menurutnya, pembangunan WHRPG dengan kapasitas 30,6 MW ini akan mengurangi penggunaan listrik PLN sebesar 152 juta kWh pertahun yang berpotensi penghematan biaya listrik sekitar Rp120 miliar pertahun.

Penggunaan teknologi ramah lingkungan di pabrik Tuban ini merupakan yang kedua di Perseroan, setelah sebelumnya dibangun dengan teknologi yang pada dasarnya sama di pabrik Indarung Padang dengan kapasitas 8,5 MW dan mulai beroperasi pada tahun 2011.  (im)