Warga Sekitar Pabrik Rembang Berkunjung Ke Tuban

330
kunjunganrembang
foto : kotatuban.com

kabartuban.com – Semen Indonesia (SI) mengajak warga sekitar pabrik Rembang untuk berkunjung ke Pabrik Tuban. Kegiatan ini dilakukan untuk memberikan penjelasan dan testimoni langsung kepada mereka, tentang bagaimana kondisi masyarakat sekitar pabrik Tuban, yang telah berdiri sejak 20 tahun.

Kasi Bina Lingkungan SI rembang, Abdul Manan mengatakan bahwa rombongan warga sekitar Pabrik rembang yang berjumlah 60 orang tersebut, juga termasuk orang yang masih kontra dengan keberadaan Pabrik Semen Indonesia di Rembang.

60 orang warga sekitar Pabrik Rembang tersebut berasal dari Desa Tegaldowo Kecamatan Gunem Kabupaten Remban. Mereka datang dengan satu unit bus, dan diterima oleh pejabat eselon 2 & 3 jajaran Biro Bina Lingkungan dan Biro Humas & CSR. Selanjutnya mereka disambut di Balai Desa Temandang Merakurak, yang merupakan salah satu desa terdekat dengan lokasi Oabrik Semen Tuban.

Tidak hanya dari jajaran Semen Indonesia, rombongan juga disambut ssejumlah Lembaga yang telah bekerjasama dengan SI untuk memberikan testimoni. Dari pihak Pemkab Tuban, Dinas Pertanian Kecamatan Kerek juga ikut memberikan testimoni terkait pendampingan masyarakat di Bidang Pertanian.

Kepala Dinas Badan Pelaksana Penyuluhan & Ketahanan Pangan (BP2KP) Kecamatan Kerek, Tuban, Supriyono menyampaikan, selama ini ia menjadi mediator antara petani dengan perusahaan. Awalnya ia melihat lahan bekas tambang, kemudian memikirkan tanaman apa yang cocok ditanam di lahan tersebut dan bagaimana lahan itu dapat bermanfaat bagi petani di sekitarnya.

Melalui penelitian ditahun 2004 bersama akademisi, akhirnya menemukan tanaman yang sesuai dengan lahan serta sesuai dengan yang dibutuhkan petani. Selanjutnya dilakukan pendampingan terhadap petani dalam mengelolanya.

Kunjungan dari Masyarakat Rembang ke Pabrik di Tuban sudah berlangsung 2 kali, sebelumnya perwakilan dari 5 desa, meliputi Desa Timbrangan, Pasucen, Kadiwono, Tegaldowo dan Kajar. Kabiro Humas.

Sementara itu, Harry Soebagyo, mengutarakan, perusahaan selalu memberikan penjelasan kepada masyarakat dengan sejelas-jelasnya, agar kegalauan dari peserta bisa terjawab dan mengetahui bagaimana perkembangan Kabupaten Tuban setelah adanya Semen Indonesia.

“Masalah air, terbukti di sekitar Pabrik banyak embung-embung penyimpanan air yang bisa dimanfaatkan juga untuk pertanian, selain itu perusahaan juga senantiasa memantau perkembangan air bawah tanah. Lahan sekitar pabrik pun tidak ada yang terlihat tandus karena selalu dihijaukan lagi oleh perusahaan,” jelas Hari.  (im)